Di lipatan kain sederhana
ada jejak waktu yang tidak gaduh
perempuan menenun sunyi
menjadi kehormatan
Rimpu bukan sekadar penutup
ia adalah cara dunia diajarkan pelan-pelan
tentang menjaga diri
tanpa perlu banyak suara
Dulu, langkah-langkah itu ringan
tak dikejar cermin
tak diukur tren
cukup tahu: diri ini berharga
Kini, zaman berlari terlalu cepat
kain-kain berubah nama
makna kadang tertinggal
di balik gaya dan sorotan
Kita masih menutup tubuh
tapi sering lupa menutup ego
masih berbicara tentang hormat
tapi lupa cara menghargai
Rimpu seakan berbisik
dari masa yang tak tergesa
“yang dijaga bukan hanya raga
tapi juga rasa dan arah”
Dan mungkin,
di antara riuh hari ini
kita hanya perlu kembali sebentar
pada selembar kain sederhana
yang mengajarkan arti cukup.