Aku tidak menangis hari ini
aku runtuh tanpa suara
seperti rumah tua yang diam-diam lapuk
roboh di dalam
sementara dunia masih mengira ia utuh
Sepuluh tahun
bukan waktu yang singkat untuk percaya
bukan jarak yang pendek untuk pulang
aku menanammu seperti doa
di tanah yang kupikir suci
menyiramnya dengan sabar
menghangatkannya dengan setia
tapi ternyata
aku hanya petani di ladang orang lain
yang panennya sudah dijanjikan
untuk tangan yang tak pernah berkeringat
kau bilang keluarga adalah pelukan
tapi aku dipeluk seperti pisau
yang disembunyikan dalam kain halus
aku dekat
cukup dekat untuk tidak curiga
cukup jauh untuk tidak pernah dipilih
dan jika benar
ada doa yang dipanjatkan untuk menjatuhkanku
lalu untuk siapa langit berpihak
untuk yang meminta dengan air mata
atau untuk yang menyusun luka
dengan tasbih di jemari mereka
aku bertanya
bukan karena aku tak percaya Tuhan
tapi karena aku tak mengerti manusia
apakah aku terlalu kecil
untuk dipertahankan
atau terlalu sederhana
untuk dianggap masa depan
atau mungkin
aku hanya cerita panjang
yang memang tidak pernah dimaksudkan
untuk selesai
kenapa aku
apakah cinta selama ini
hanya latihan kehilangan
apakah kesetiaan
hanya cara paling lambat
untuk dihancurkan
aku ingin marah
tapi hatiku lebih dulu hancur
sebelum sempat membenci
aku ingin pergi
tapi sebagian diriku
masih tertinggal di tempat
yang bahkan tak lagi menginginkanku
kenapa aku
atau mungkin
pertanyaan yang lebih jujur adalah
jika bukan aku
siapa lagi yang akan belajar
bahwa cinta bisa setega ini
tanpa pernah mengaku salah
| d | d |
| d | d |
| d | d |